Mengenal Singkat Tentang Investasi Reksadana

Secara umum reksadana merupaka suatu wadah investasi yang dananya dikumpulkan dari masyarakat umum secara kolektif. Dana-dana tersebut akan dikelola oleh para manager investasi secara profesional. Para manager tersebut akan meneruskan dana-dana yang sudah terkumpul untuk di investasikan ke berbagai jenis instrumen, antara lain saham, deposito, obligasi, dan lainnya.

Dengan memiliki tingkat return berkisar 8 hingga 20 persen pertahun wajar saja jika reksadana sekarang ini banyak disukai orang. Besaran return itu sendiri juga tergantung dengan jenis reksadana yang dipilih.

Jenis-jenis reksadana :

  1. Reksadana pasar uang

Merupakan reksadana jangka pendek dalam artian bahwa dana anda akan ditempatkan pada pasar uang yang memiliki tingkat perubahan harga sangat minim. Reksadana ini memiliki tingkat return sekitar 5-7 persen per tahunnya. Untuk mempelajari tentang reksadana ini, anda bisa mengunjungi Fibo agar lebih mengerti.

  1. Reksadana Pendapatan tetap

Dana yang dikelola pada reksadana ini akan ditempatkan untuk instrumen surat hutang negara atau surat hutang korporasi. Biasanya reksadana ini memberikan return sebesar 8-12 persen per tahunnya

  1. Reksadana campuran

Dalam jenis ini ada dua instrumen yang digabungkan dalam berinvestasi, yaitu antara saham dan surat hutang. Namun jenis ini sangat bergantung sekali dengan kondisi pasar modal itu sendiri. Biasanya return yang diberikan antara 15-20 persen tergantung keadaan pasarnya itu sendiri.

  1. Reksadana saham

Dana yang anda investasikan akan dialokasikan kedalam saham. Melalui mekanisme pasar modal itulah diharapkan para investor mendapatkan profit. Return jenis ini paling besar berkisar antara 20-25 persen tergantung keadaan pasarnya itu sendiri.

Sebelum memilih jenis reksadana yang ada, tentukan dahulu jangka waktu investasi dalam reksadana itu sendiri. Investasi jangka pendek (2-3tahun) cocok untuk masuk kedalam reksadana uang. Sedangkan jika anda ingin menabung sambil berinvestasi dengan jangka waktu panjang, anda bisa memilih jenis reksadana campuran atau reksadana saham.

Secara simpel anda bisa memilih reksadana dengan melihat dua hal, antara lain cermati proposal pertama kali reksadana itu di keluarkan. Cara lainnya lagi adalah dengan menganalisa laporan kinerja suatu produk reksadana beserta portofolionya. Anda juga bisa melihat histroi reksadana yang sudah ada sebelumnya, untuk melihat prospek serta menentukan jangka waktu yang ingin anda peroleh nantinya. Hal yang paling penting juga anda lihat dahulu tingkat kestabilan reksadananya, dan lihat berapa besar dana yang dikelola dalam reksadana tersebut.

Secara umum ada dua tempat yang bisa anda datangi untuk membeli reksadana ini, antara lain Bank sebagai agen penjual reksadana, atau langsung menemui manager investasi.

Sekarang kita lihat apa sih yang menjadi daya tarik tersendiri dalam reksadana itu :

  • Modal sebagai penyertaan awal yang tidak terlalu besar dibandingkan instrumen investasi lainnya. Jika anda memiliki keterbatasan modal, reksadana merupakan pilihan investasi yang cocok untuk anda lakukan.
  • Para manager investasi yang mengelola dana anda semua merupakan orang-orang yang profesional dan sudah mendapatkan izin dari bapepam sebagai otoritas pengawas pasar modal. Itu artinya bahwa dana anda memang sudah dititipkan oleh orang yang memang ahli dalam bidang investasi.
  • Dalam proses kegiatan investasinya, para manager investasi harus bersikap transparan dan dapat diperhitungkan.
  • Cukup liquid karena dapat dijual dan dibeli kembali setiap harinya, selama bursa pasar modal masih buka tentunya.
  • Anda bisa memiliki berbagai macam portofolio investasi dalam satu produk investasi itu sendiri yaitu berupa reksadana.

Investasi reksadana ini sebenarnya cocok untuk semua kalangan, karena modal yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar, dan tidak harus memiliki kemampuan teknis dalam hal analisa pasar modal itu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here